RSS

Permasalahan Pengadaan Teknologi Informasi

10 Apr

Jujur saja…… Pemahaman Tentang Teknologi Informasi IT di dalam pemerintahan masih sangat minim.Hasil survey menunjukkan bahwa banyak kasus korupsi di Indonesia yang dikaitkan dengan pengadaan IT. Ada beberapa kasus yang sebetulnya bukan korupsi akan tetapi karena sifat IT – yang cepat berubah dan menjadi lebih murah – maka proses pengadaannya terlihat seperti korupsi.

Bidang ilmu mikroelektronika berkembang dengan pesat sehingga menghasilkan mikroprosesor yang semakin kecil ukurannya, semakin meningkat kemampuan pemrosesannya, dan semakin murah harganya. Sebagai contoh harga komputer Pentium III tiga tahun yang lalu harganya bisa jadi lebih mahal dari harga komputer Pentium 4 saat ini. Jika proses pengadaan dievaluasi, maka pengadaan komputer Pentium 3 saat itu akan dianggap korupsi.

Ada sebuah kasus lain. Sebuah perusahaan menerapkan e-procurement. Sebelum melakukan proses tender dengan e-procurement itu mereka telah menetapkan perkiraan biaya adalah 80 juta rupiah. Pada mulanya peserta tender memberikan harga yang berkisar 80 juta. Namun setelah proses berjalan, para peserta banting harga. Ya, bukan menaikkan harga akan tetapi banting harga. Sehingga akhirnya pemenangnya adalah yang menawar 20 juta rupiah. Hah! Bagaimana ini?

Ada beberapa kemungkinan. Kemungkinan pertama memang dari perusahaan tidak mampu membuat prakiraan (owner estimate). Kemungkinan kedua, vendor ini memang ingin masuk ke dalam perusahaan dengan cara apapun. Setelah masuk ke dalam perusahaan, barulah mereka mencekik perusahaan. Bagaimana caranya?

Satu kejadian yang dialami oleh sebuah perusahaan adalah ketika perusahaan ingin melakukan pengadaan untuk backup (disaster recovery) dan/atau maintenance. Ternyata perangkat yang dibeli itu hanya bisa dibackup dengan produk yang sama dari vendor tersebut. Atau maintenance hanya bisa dilakukan oleh vendor tersebut. Pada tender kedua ini, vendor tidak mau banting harga akan tetapi pasang harga yang normal. Misalnya untuk produk yang sama sang vendor memasang harga 60 juta rupiah. Memang harga ini masih di bawah kemampuan perusahaan untuk membelinya. (Dalam kasus yang lain bisa lebih.) Akan tetapi tetap timbul masalah. Pihak auditor akan mempermasalahkan: mengapa pada pengadaan yang lalu (dengan spesifikasi perangkat yang sama) harganya hanya 20 juta sekarang harganya 60 juta? Tuduhan korupsi muncul!

Sifat produk IT berbeda dengan pengadaan furniture (misalnya). Kalau beli kursi, ya bisa beli putus. Kalau beli produk IT, katakanlah sebuah sistem database atau paket aplikasi, maka ada keterikatan antara produk tersebut dengan support atau maintenance. Keterikatan terhadap vendor ini juga sering dijadikan tuduhan korupsi.

Belum lagi ada perubahan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi. VoIP merupakan salah satu contohnya. Agak aneh jika orang menggunakan VoIP kemudian dituduh korupsi. Mungkin inilah yang disebut kriminaliasi teknologi?

Tuduhan korupsi ini dapat membuat industri IT mandeg. Orang menjadi takut untuk melakukan proses pengadaan. Lebih baik tiarap saja. Biarkan perusahaan tidak maju, yang penting kita aman. Demikianlah yang terjadi. Aduh …

Mudah-mudahan pihak KPK, BPK, Jaksa, Penyidik, dan lain-lain paham atas situasi seperti ini, bahwa ada kekhasan dari IT sehingga dia tidak dapat disamakan dengan kasus pengadaan biasa.

Masih banyak kasus yang lain.

 
2 Comments

Posted by on April 10, 2007 in Bantenku Sayang

 

2 responses to “Permasalahan Pengadaan Teknologi Informasi

  1. rumahduniadubai

    April 21, 2007 at 12:44 pm

    Jadi riskan yah jual beli barang IT?
    Nilai teknologi yang canggih ternyata tidak sepadan dengan urusan jual belinya. Apalagi kalo urusannya sama orderan pemda.
    Saya pernah ikut training bagaimana mengajukan proposal ke pemda. Ternyata wuaahhh njelimet. Belum harga yang melar seperti karet gelang…
    Kenapa beli barang itu gak disimpelkan…
    rasional dan terbuka
    gitu aja kok repot
    bbm neh…baru bisa mimpi

     
  2. wargabanten

    April 22, 2007 at 6:48 am

    Saya pernah ikut training bagaimana mengajukan proposal ke pemda. Ternyata wuaahhh njelimet. Belum harga yang melar seperti karet gelang…
    Kenapa beli barang itu gak disimpelkan…
    ———————
    Urusan Administratif mas.. di Banten Khususnya serang yang penting Proses Administrasinya Beres – Kerjaan Mah Nanti wae lah! (gak Beres juga gak pa2) yang penting dah bangi2

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: