RSS

Pantai Banten Selatan

18 Jun

pulau manuk bantenPulo Manuk Potensi Wisata Banten Selatan yang Belum Tergali

KAWASAN Banten bagian selatan diketahui menyimpan berbagai potensi yang belum digali optimal, termasuk objek wisata. Dengan berbagai keasrian, secara teori kawasan ini dapat dikembangkan untuk berbagai hal yang bersifat positif.
PULO Manuk di pantai Kec. Bayah setiap September-Oktober menjadi persinggahan puluhan ribu burung antarbenua dari Australia, Pulau Christmas, Jabar, Banten, sampai ke Madagaskar Afrika. Lokasi iyang dikelola Perum Perhutani Unit III (Jabar-Banten) ini belum teroptimalkan dikelola untuk objek wisata. * KODAR SOLIHAT/”PR”

Pulo Manuk misalnya, ini salah satu objek menarik di kawasan Perum Perhutani Unit III (Jabar-Banten) Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banten Bagian Bayah Kec. Bayah, Kab. Lebak. Disebut Pulo Manuk dalam artian Pulau Burung, karena lokasi ini sejak berabad-abad menjadi tempat singgah dan berkumpulnya burung.

Pulo Manuk, tempat persinggahan burung dari perjalanan antarbenua Australia, Asia, dan Afrika. Berbagai burung, singgah di sini setiap September-Oktober. Mereka melakukan migrasi ke berbagai tempat.

Burung itu datang dari Australia, Pulau Christmas, Jabar-Banten, Sumatra, dan Madagaskar Afrika. Namun kebanyakan, yang singgah burung laut, yang selama ini memang memiliki kemampuan jelajah terbang jarak jauh.

Daya tarik Pulo Manuk bukan sekadar berkumpulnya para burung. Ini ditambah dengan kebiasaan masyarakat setempat, yang biasa ramai-ramai mengayak impun (ikan kecil) dari pantai Pulo Manuk, pada tanggal 25 setiap bulan.

Tak jarang, saat kondisi air sedang surut, masyarakat pun bermain-main ke Pulo Manuk, dengan berjalan kaki menyusur karang. Namun saat kondisi air sedang pasang tak ada masyarakat ke sana, apalagi ombak Laut Kidul memang besar.

Keberadaan Pulo Manuk tak hanya sebagai objek wisata menarik, tapi juga identik dengan jejak sejarah kancah Perang Dunia II di Kawasan Banten tahun 1942-1945. Di sejumlah lokasi, terdapat beberapa tempat sisa pertambangan batubara, makam romusha, serta tempat tinggal enam orang mantan romusha yang sampai kini masih hidup.

Rute menuju Pulo Manuk
, bisa ditempuh dua cara dengan jalan relatif baik, dapat ditempuh dari arah Kab. Sukabumi. Mulai Pelabuhanratu- Cisolok-Cipicung- Cikotok-Bayah dan dari Serang-Pandeglang-Malingping-Bayah Banten sekira 3 jam. Perjalanan menuju lokasi memang agak melelahkan, namun cukup terhapus dengan ruas jalan yang relatif mulus dan pemandangan sekitar terutama panorama laut dan panorama perkebunan.

Menurut Asper Bayah, Ita, jika dilihat dari potensi, objek ini tampaknya dapat dijadikan sarana wisata ilmiah, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa. Namun sejauh ini belum belum teroptimalkan, sehingga Pulo Manuk masih menjadi objek wisata lokal.

“Jika promosi ditingkatkan, bukan tak mungkin Pulo Ma nuk akan mampu lebih banyak menyedot pengunjung dari luar daerah. Jarak yang jauh menuju lokasi, tampaknya tak akan terhiraukan lagi. Apalagi bagi mereka yang benar-benar meminati wisata sambil belajar di Pulo Manuk. Sumber Pikiranrakyat

 
1 Comment

Posted by on June 18, 2007 in Wisata Banten

 

One response to “Pantai Banten Selatan

  1. regsa

    June 20, 2007 at 10:22 pm

    pulau laki-laki……tanya kenapa?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: