RSS

Uang Kembalian “PERMEN”

19 Jun

Kejadian ini saya alami minggu kemarin, habis jalan-jalan sekalian mampir di minimarket “XXXXXXXXXX” – . Dan nyoba minimarket baru. Setalah muter2 mencari barang akhirnya ke kasir buat bayar..!alfamart.jpg

Bukan itu yang mau saya ceritakan. Nah saat saya membayar makanan. Yang harus saya bayar adalah sebesar 44.700 rupiah. Dan saya menyerahkan uang 50.000 rupiah. Berarti saya mendapat kembalian 5.300 rupiah dong. Mbak kasir nya sempet tanya saya, apakah punya uang 300 rupiah, saya bilang tidak punya. Dan tiba-tiba tanpa minta maaf dan menyerahkan permen 2 buah sebagai pengganti 300 rupiah tadi. Saya cuma bisa bengong dan dongkol!

Tadinya saya mau protes langsung, cuma setelah saya pikir-pikir lagi, gak usahlah mungkin itu salah satu keuntungan “XXXXXX” sekalian menjual permennya kepada konsumen.


Atau lebih baik kita juga siap permen setiap kali kita belanja, jadi waktu ada harga misalkan 75, kita bisa keluarkan uang 50 kita + permen? Coba gimana reaksi penjaga kasir itu? Tapi seharusnya mereka bisa terima, karena mereka juga suka kasih permen untuk kembalian kita. Atau mungkin kita nanti kalau mau beli ke Minimarket bawa Jagung sama singkong buat di tukar sama beras, gula dan kopi…. Gimana hayo..?

Padahal, kalau dilihat dari pelaku diatas, mereka adalah perusahaan besar yang tentu saja sangat mudah untuk menukarkan sejumlah uangnya di Bank (setahu saya di Bank Indonesia menerima penukaran uang) dalam pecahan yang lebih kecil.

Apakah kejadian ini dibenarkan atau tidak.. terus gimana sistem kerja dan Undang-Undang Nomor: 8 Tahun 1999, Tanggal 20 April 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Padahal kita dalam hal ini adalah selaku konsumen..

 
8 Comments

Posted by on June 19, 2007 in Warga Banten

 

8 responses to “Uang Kembalian “PERMEN”

  1. Agam

    June 17, 2007 at 2:55 am

    Kalo dikasih kembalian permen, bayarnya pake permen aja🙂
    hehehe…

     
  2. irdix

    June 18, 2007 at 8:09 am

    emang harga 1 butir permen tersebut brapa ? hmm.. kalo ga ada duit jajan.. bisa juga.. tinggal itung aja..

    harga permen x = Rp. XX

    jadi Rp.XX x ybutir = Rp.yXX,- lumayan buat jajan..😛

     
  3. Luthfi

    June 18, 2007 at 2:09 pm

    hihihihihihi🙂

     
  4. dzarmono

    June 18, 2007 at 7:27 pm

    Kembalian Permen..?!! sudah biasa itu.. Kita sebagai konsumen tidak dapat berbuat apa2 dengan masalah ini. Percuma saya BI mencetak Uang Receh kalau tidak di manfaatkan… (alasan Minimarket) sangat klasik…. tidak ada uang kembalian, padahal penukaran uang receh di bank sangat mudah dan cepat.
    Tapi Kalau dihitung2 keuntungan dari penjualan PERMEN per bulan sangat besar Lho..! Mungkin ini salah satu keuntungan / laba dari minimarkat. Namanya juga maralaba… menghitungnya ya Laba dan laba terus.

     
  5. whitegun

    June 19, 2007 at 12:06 am

    kalo besok2 kamu ke mini market itu lagi dan belanja dengan harga yang sama, kamu khan harus bayar 44.700, nah harusnya kamu bayar dengan uang pas 44.000 aja, 700nya kamu ganti dengan permen. kalo kasirnya nanya, bilang ama dia, “kemaren aku belanja, kembalian 300 diganti dengan permen, nah sekarang kekurangan 700 aku bayar dengan permen, jual aja tuh permen biar jadi duit,” gitu hihihi…🙂

     
  6. wargabanten

    June 19, 2007 at 8:05 pm

    Besuk saya coba saran whitegun.. kalau ada apa2 whitegun yang tanggung jawab ya?

     
  7. regsa

    June 19, 2007 at 8:32 pm

    parah lagi saya…saat itu uang saya 50.000. mau beli permen 300 perak. Lha kok kembalian yang 49.700 dikasih makanan semua

     
  8. mas agus

    June 29, 2007 at 8:26 am

    rasanya topik ini sudah pernah diangkat di berbagai milis, bahkan ada gerakan untuk menolak hal ini. salah satu supermarket di jakarta bahkan sampai majang pengumuman di kasir-kasirnya kalo praktek ini tidak boleh. katanya sih, ini bukan kebijakan empunya supermarket, tapi ulah kasir yang nyambi bisnis jualan permen, buat nambah2 penghasilan. tapi entah benar entah tidak…(buktinya itu tidak masuk struk pembelian kan?, kalo yang jual supermarketnya harus masuk struk, semua barang yang dibeli harus tercatat)
    bahkan di luar negeri, hal ini sama sekali dilarang, uang kembalian harus sesuai jumlahnya,tapi sebagai gantinya, di kasir disediakan tempat buat naruh uang tip, kalo uang tip nggak pa pa. (Konon, kalo nggak ngasih uang tip dianggap nggak sopan ?????)

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: