RSS

Baduy Bukan Suku Terasing

20 Jun

perkampungan baduy bantenProvinsi Banten memiliki masyarakat tradisional yang masih memegang teguh adat tradisi yaitu Suku Baduy yang tinggal di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak. Perkampungan masyarakat Baduy pada umumnya terletak pada daerah aliran sungai Ciujung di Pegunungan Kendeng – Banten Selatan. Letaknya sekitar 172 km sebelah barat ibukota Jakarta; sekitar 65 km sebelah selatan ibukota Provinsi Banten.

anak-baduy-banten.jpgMasyarakat Baduy yang menempati areal 5.108 ha (desa terluas di Provinsi Banten) ini mengasingkan diri dari dunia luar dan dengan sengaja menolak (tidak terpengaruh) oleh masyarakat lainnya, dengan cara menjadikan daerahnya sebagai tempat suci (di Penembahan Arca Domas) dan keramat. Namun intensitas komunikasi mereka tidak terbatas, yang terjalin harmonis dengan masyarakat luar, melalui kunjungan.

baduy-bercocok-tanam.jpgDalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, masyarakat yang memiliki konsep inti kesederhanaan ini belum pernah mengharapkan bantuan dari luar. Mereka mampu secara mandiri dengan cara bercocok tanam dan berladang (ngahuma), menjual hasil kerajinan tangan khas Baduy, seperti Koja dan Jarog (tas yang terbuat dari kulit kayu Teureup); tenunan berupa selendang, baju, celana, ikat kepala, sarung serta golok/parang, juga berburu.

puun-baduy.jpgMasyarakat Baduy bagaikan sebuah negara yang tatanan hidupnya diatur oleh hukum adat yang sangat kuat. Semua kewenangan yang berlandaskan kebijaksanaan dan keadilan berada di tangan pimpinan tertinggi, yaitu Puun. Puun bertugas sebagai pengendali hukum adat dan tatanan hidup masyarakat yang dalam menjalankan tugasnya itu dibantu juga oleh beberapa tokoh adat lainnya.

Sebagai tanda setia kepada Pemerintahan RI, setiap akhir tahun suku yang berjumlah 7.512 jiwa dan tersebar dalam 67 kampung ini mengadakan upacara Seba kepada “Bapak Gede” (Panggilan Kepada Bupati Lebak) dan Camat Leuwidamar.

kampungbaduy11.jpgPemukiman masyarakat Baduy berada di daerah perbukitan. Tempat yang paling rendah berada pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Sehingga dapat dibayangkan bahwa rimba raya di sekitar pegunungan Kendeng merupakan kawasan yang kaya akan sumber mata air yang masih bebas polusi.

Lokasi yang dijadikan pemukiman pada umumnya berada di lereng gunung, celah bukit serta lembah yang ditumbuhi pohon-pohon besar, yang dekat dengan sumber mata air. Semak belukar yang hijau disekitarnya turut mewarnai keindahan serta kesejukan suasana yang tenang. Keheningan dan kedamaian kehidupan yang bersahaja.

Sumber : Buku Masyarakat Baduy Dalam Rentang Sejarah oleh Suhada Penerbit Biro Humas Setda Pemprov Banten. http://bantenonline.com / wongbanten

 
15 Comments

Posted by on June 20, 2007 in Galery Baduy

 

15 responses to “Baduy Bukan Suku Terasing

  1. anggara

    June 20, 2007 at 8:04 am

    ya bukan, kalau terasing kan diasingkan, dan tidak punya kewarganegaraan. Baduy jelas punya kewarganegaraan lebih tepat jika istilahnya Masyarakat Adat daripada suku terasing

     
  2. Agam

    June 20, 2007 at 9:25 am

    mirip dng film The last Samurai ya..
    kental dengan adatnya.

     
  3. kampret nyasar!

    June 20, 2007 at 6:24 pm

    Memang adat dan tradisi adalah rem yang pakem dari resiko larut terhadap jaman dan tatanan kehidupan globalisasi macam sekarang.

    Kadang kita perlu juga melihat danmencontoh dari mereka akan bagaimana hidup damai dan bersahaja.🙂

     
  4. whitegun

    June 20, 2007 at 11:49 pm

    bagus nih, blog yang isinya tentang dokumenter kayak gini yang masih jarang tapi kalo bisa neng jangan hanya tentang banten dunk, tentang daerah lain juga dunk…

     
  5. ndarualqaz[lagi lemot, males login]

    June 21, 2007 at 4:11 am

    baduy emang sangat memegang adat [bukan primitif], saya jadi inget, dulu saya juga pernah mengunjungi suku baduy, mereka juga ramah-ramah…..

     
  6. suandana

    June 21, 2007 at 6:51 am

    Salut pada konsistensi mereka untuk menjaga adat dan budaya-nya. Yah, semoga dak jadi seperti di Bali ya? Adat dipertahankan karena ada tujuan ‘lain’ (komersialisasi)

     
  7. elpalimbani

    June 21, 2007 at 10:04 am

    Ada yang bilang kampung baduy sarat dengan kehidupan mistik. Bener gak sih ?
    Maaf tidak punya maksud apa2…🙂

     
  8. mathematicse

    June 21, 2007 at 12:13 pm

    Btw, saya juga pingin ke sana, ke Baduy, tapi kapan ya? Dulu sewaktu SMA, ada acara jalan-jalan (berkunjung) ke Baduy, tapi saya ga ikutan. Nyesel deh belum tahu….

     
  9. blueghie

    June 21, 2007 at 2:00 pm

    Jadi pengen ke sana…kapan yach???😀

     
  10. peyek

    June 21, 2007 at 6:37 pm

    gimana nih peran pihak terkait dalam rangka menjaga dan mempromosikan budaya mereka yang unik itu? apa seperti cerita jadul, nggak ada perhatian sama sekali?

     
  11. rendra

    June 21, 2007 at 9:15 pm

    Ooo.., Baduy itu di Ciujung to? 4 hari kemarin ke Banten, harusnya mampir ke Ciujunng nih. Pengen tahu orang baduy kayak apa..😀

     
  12. Anang

    June 21, 2007 at 11:06 pm

    oh nasibmu suku badui

     
  13. cakmoki

    June 23, 2007 at 3:38 am

    tatanan seperti saudara-saudara Baduy paptut dipelihara, jangan sampai dicemari berbagai macam kepentingan.
    Betapa indahnya keheningan, keindahan alam dan bersahaja serta kedamaian.

     
  14. Lilik

    June 26, 2007 at 5:14 pm

    Eh saya juga salut deh sama suku Baduy, tadi saya baca koran lokal Jogja, ternyata suku baduy ada yang di Jogjakarta Loh. Di lereng Merapi. mau tau nggak….? Keahliannya melebihi perbakin. Bener tuh.
    Urusan ngusir monyet-monyet nakal yang suka gangguin penduduk sekitar, ternyata selama ini untuk ngusir tuh hewan jail harus pake bantuan Perbakin yang jelas pake Dar…der…dor.(Justru si monyet tambah jail).
    Tapi ternyata hanya dengan entah diapain(gak mau kasih tau caranya soalnya) tuh hewan nurut. Malahan trus dilatih metik kelapa. Salut dah.

     
  15. coMbRo

    July 11, 2007 at 7:38 am

    kemaren anak” komunikasi Untirta angkatan 2006 pergi ke Baduy lho..
    jalan buat nyampe ke sana butuh perjuangan banget..!! apalagi kemaren pas kita ke sana ujan turun terus dari pagi sampai siang,jadinya jalannya licciiinnn banget!!
    banyak banget temen” yang jatoh..jalan ke baduy luarnya aja licin banget,apalagi jalan ke baduy dalam,lebih licin lagi..!!
    kalo mau tau gimana perjalan gue ke Baduy kemaren baca aja di blog gue..
    http://combrogendut.blogspot.com

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: