RSS

PMA Investasi Banten

25 Mar

Pada periode Januari-Mei tahun ini, sebanyak 16 perusahaan penamaman modal asing (PMA) telah berinvestasi di Provinsi Banten senilai US$16.143.374.

Kepala Badan Penamaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Banten Muhadi mengatakan 16 PMA itu tersebar di sejumlah lokasi, yakni dua di Kabupaten Serang dengan nilai investasi US$3 juta, tujuh di Kabupaten Tangerang US$3,435 juta, enam di Kota Tangerang dengan investasi US$3,11 juta, dan satu di Kota Cilegon dengan investasi US$6,59 juta.

“Proyek mereka sudah mulai produksi aktif sejak Januari lalu,” katanya kepada Bisnis pekan lalu. Meskipun begitu, ekspor hanya akan dilakukan oleh enam perusahaan yang beroperasi di Kota Tangerang dengan nilai ekspor sekitar US$1,2 juta per tahun.

Ke-16 PMA itu, lanjutnya, telah menyerap tenaga kerja Indonesia sedikitnya 2.145 orang dan tenaga kerja asing sekitar tiga orang. Sementara pada delapan proyek PMDN yang sudah beroperasi pada periode yang sama, TKI yang terserap sebanyak 3.963 orang dengan nilai investasi sebesar Rp466.929.040.157.

Muhadi mejelaskan proyek-proyek PMA dan PMDN tersebut rata-rata mulai aktif produksi setelah mengantongi surat persetujuan dari pemerintah daerah dua-tiga tahun sebelumnya.

Seperti pada proyek PMA, kawasan-kawasan industri Kabupaten/KotaTangerang masih menjadi daerah investasi primadona bagi investor PMDN. Sampai Mei tahun ini, 5 proyek PMDN beroperasi di Kabupaten Tangerang dengan nilai investasi Rp416.078.405.500; dua proyek di Kota Tangerang senilai Rp40.236.134.657; dan satu proyek di Kota Cilegon senilai Rp10.614.500.000.

Dia mengatakan wilayah tertentu dapat menentukan investasi. Misalnya, di Kota Cilegon sebagian besar untuk sektor padat modal seperti industri kimia, minyak, atau gas.

Sementara wilayah lain lebih dikonsentrasikan untuk proyek-proyek padat karya seperti pabrik sepatu, pabrik tekstil, atau peralatan rumah tangga. Untuk itu, tambahnya, sektor ini sangat selektif dalam mencari SDM, sementara SDM di Banten belum cukup tersedia untuk sektor ini.

Di sisi lain, lapangan kerja di sektor padat karya tidak kalah ketat akibat banyak pencari kerja nonterampil yang memburu sektor ini. “Namun bergairahnya investasi sedikit banyak telah mengurangi pengangguran.” (k10)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: